Ujian dan Tukar Kado
Hari ini ujian dua kali namun persiapannya dua kali lebih santai hoho….Open segala yang bentuknya “book” mau book itu sendiri, notebook, logbook bahkan macbook sekalian buat ujian membuat persiapannya menjadi sangat santai. UJian pertama dimulai dengan ujian kimia permukaan yang semua jawabannya sudah tersedia sebelumnya (duh ni ujian niat kagak ya O_O???). Bahkan sampai sempat ngenet, facebook malah ngeposting di forum RIleks, gila tuh saking santainya ujian. Ujian kedua disusul dengan ujian manajemen laboratorium yang sebelumnya lobi-lobi dulu ama dosen mengenai kebolehan membuka notebook dan ternyata dikasih izin, yatta !!!. Namun ujian ini perlu mikir dikit karena bukan jawaban yang perlu eksak atau berupa suatu teori, tapi lebih kearah pengaturan personal dari masing-masing peserta ujian. Walaupun konsep umumnya sudah ada dan dijabarkan. Episode lain dari hari sekarang yaitu tukar-tukaran kado. Benar sekali apa yang dikatakan Ana, kenapa acara ini baru kepikiran ketika kita mau berpisah. Mudah-mudahan dengan adanya inisiasi ini, teman-teman ulang tahun sebelum berpisah secara resmi bisa mengadakan konsep yang serupa. Selain lebih terlihat kekompakannya, juga bisa melakukan kumpul rutin tiap bulannya dan menghemat biaya tentunya.
Sebelum tukar-tukaran kado, dengan budget 5ribu saya kepikiran memberikan isi staples yang banyak nganggur. Tapi dipikir-pikir juga takut ga kepake atau malah jadi aneh kelihatannya. Ya sudah awa pilih saja snack cokelat kebetulan modelnya ke-Jepang-an gitu. Langsung beli dah di Indomaret dengan harga 4800. Nah kepikiran buat pembungkusnya awa pake aja cover bekas modul Latpim IV kemaren dan tada>>!! Jadi kado buat Angel on December. Otanjoubi Omedetou Tenshi Juunigatsu to Maza-zude Omedetou (>_<).
Pas tukar-tukaran, acaranya dimulai dengan penyambutan yang ultah dan sambutan dua patah dan terpatah-patah dari perwakilan yang ultah. Kemudian dilanjutkan dengan pembahasan jalan-jalan angkatan. Seperti kata Rafki, acaranya ini dirasa kurang terngiang padahal utamanya di propagandakan secara intense menjelang hari H itu sangat diperlukan. Sebenarnya saya sangat ingin ikut serta dalam kepanitiaan tersebut, namun belajar dari sebelum-sebelumnya saya hanya ingin jadi pengontrol keberjalanan acara. Masalah kurang ini itu, awa bisa nyuruh aja pegawai disana tapi bakalan ga enak juga nantinya (tidak ada kepanitiaan bersama jika mengandalkan karyawan saja). Mengenai acara ini terutama yang terkait dengan masalah financial menjadi masalah utama dan benar seperti yang dikatakan Andri, saya juga tak ingin karena harga yang cukup di mata mahasiswa menjadikan hambatan untuk ikut serta dalam acara terakhir di masa kuliah. Sungguh saya akan memberikan keringanan lebih yang sudah saya siapkan sebelumnya (sebagai ganti perayaan ulang tahun saya kemarin yang tertunda dan memang direncanakan ditunda hingga waktu yang tepat) jika yang hadir itu 2/3 dari angkatan kimia 2006. Memang saya akui, kehadiran 106 unsur kimia itu sangat tidak mungkin karena masing-masing juga mempunyai prioritas yang berbeda-beda. Namun setidaknya dari 2/3 itu bisa memberikan khususnya memori yang berkesan mengulang masa-masa SMA dulu. Mungkin saat SMA dulu disatukan dengan adanya Pagelaran yang memakan waktu hingga satu minggu full agenda hingga Juara Umum, Pembuatan film pribadi untuk tugas besar Bahasa Indonesia dan Pembuatan Buku Angkatan yang menjadi momen terakhir. Kegiatan-kegiatan tersebut tentu sangat kecil dibandingkan dengan kegiatan di AMISCA yang melibatkan pihak-pihak dalam kampus maupun masyarakat sekitar. Terlibatnya orang-orang penting dan kegiatan unit yang sudah dikenal di kalangan kampus Indonesia menjadikannya sesuatu yang wah!!. Dari ini saya ingin rasanya memberikan sesuatu yang berkesan mulai dari angkatan kimia 2006. Mungkin tidak seharusnya saya beberkan segalanya disini mengenai rasa senang, duka, ga jelas, cape dan semua emosi yang pernah dilalui mulai masuk Sabuga hingga nanti waktunya keluar dari Sabuga dengan memakai Toga bersama Keluarga Tercinta.
TEMAN-TEMAN KIMIA 2006, SAYA TUNGGU KALIAN DI KAMPUNG TOGA
SEMOGA KAMPUNG TOGA BISA MEMBERIKAN “BUSANA TOGA” YANG MEMBERIKAN KENYAMANAN
Oh iya, kado awa dikasih nomor 32 dan diambil oleh Saudara Adhadi Praja, thx bro dah nyicip wafernya ^_^. Mata ne
pasti di…
tunggu kami di sumedang
makasih banyak ya adi….senang bisa berkunjung ke kampung toga..
like this bgt dah..hihi